Renungkanlah

Ketika mereka berlarian

Memekik takut berperisai Nama Tuhan

Saat yang sama

Kita terkatung-katung dalam kelalaian

Malah menjerit karena kekalahan tim jagoan

 

Renungkanlah

Langkah masih terbebas tuk menuju masjid

Namun, seakan terpasung tak mampu berjalan

Sedangkan mereka, yang diserang

Tetap berdiri menghadap Tuhan meski khawatir ledakan

 

Renungkanlah

Saudara kita, menjerit kelaparan

Blokade jalur bantuan kian menyulitkan

Namun, masih tega kita memubazirkan

Tak terpikir bagaimana rasa perut-perut keroncongan

 

Ah, itu hanya sebagian kecil renungan

Cukup mencambuk  bagi diri yang memikirkan

Tuk lakukan perbaikan

Sebelum masing-masing menghadap Tuhan.

 

Jakarta, 11 Juli 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s