Renungan Kematian

Mata bening penuh keindahan
Kini telah tertutup tiada terbuka
Bibir yang terhias lisan
Kini terkunci dari celotehnya

Setiap tubuh yang dahulu tegar
Tegap berdiri , kuat dan kekar
Kini hanya diam dan terbujur
Berbalut kafan seakan tertidur

Ketika dia adalah raga ini
Sadari tiada lagi arti duniawi
Kematian adalah anak panah
Meluncur dari busur tepat terarah

Setiap jiwa yang hidup
Tiada mampu mengelak atau menunda
Tiada kata nanti aku tak siap
Dan tak mampu kau usir karna ia takkan pergi

Saat maut menjemput
Tak ada waktu tuk bertaubat
Semua kesempatan hilang dan sirna
Waktu berakhir dan semua telah lenyap

Jakarta, 23 juli 2013

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s