KHABAR, ATSAR, DAN HADITS QUDSI

KHABAR
Khabar menurut bahasa : adalah berita
Bentuk jamaknya adalah “akhbar”
Sedangkan menurut istilah, terdapat perbedaan pendapat :
1. Ada yang mengatakan bahwa khabar itu sama dengan hadits , sehingga maknanya menjadi sama secara istilah.
2. Ada pula yang berpendapat bahwa hadits adalah segala yang datang dari Nabi, sedang khabar adalah yang datang dari selain Nabi seperti sahabat dan tabi’in.
3. Ada juga yang berpendapat bahwa khabar lebih umum dari hadits . Kalau hadits segala apa yang datang dari Nabi, sedang khabar adalah yang datang dari Nabi atau selain dari beliau.

ATSAR
Atsar menurut bahasa : adalah sisa dari sesuatu.
Menurut istilah ada dua pendapat :
1. Ada yang mengatakan bahwa atsar sama dengan hadits , makna keduanya adalah sama.
2. Ada yang berpendapat bahwa atsar berbeda dengan hadits , yaitu apa yang disandarkan kepada sahabat dan tabi’in , baik berupa ucapan dan perbuatan mereka.

HADITS QUDSI
Telah kita ketahui makna hadits secara bahasa (lihat https://yolandaelvira.wordpress.com/2014/04/14/definisi-hadits/). Adapun “Qudsi” menurut bahasa dinisbatkan kepada “Qudus” yang artinya “suci” , yaitu sebuah penisbatan yang menunjukkan adanya pengagungan dan pemuliaan , atau penyandaran kepada Dzat Allah Yang Maha Suci.
Sedangkan hadits Qudsi menurut istilah adalah apa yang disandarkan oleh Nabi dari perkataan – perkataan beliau kepada Allah.

Bentuk – bentuk Periwayatan
Ada dua bentuk periwayatan hadits qudsi :
1. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seperti yang diriwayatkannya dari Allah Azza Wa Jalla.”
Contohnya :
Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahihnya dari Abu Dzar Radhiyallahu ‘anhu dari Nabi seperti yang diriwayatkannya dari Allah, bahwasanya Allah berfirman,
“Wahai hamba-Ku , sesungguhnya Aku telah mengharamkan perbuatan zhalim pada diri-Ku dan Aku haramkan pula untuk kalian, maka janganlah saling menganiaya di antara kalian.”

2. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda , “Allah berfirman…”
Contohnya :
Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Allah Ta’alaa berfirman , ‘Aku selalu dalam persangkaan hamba – Ku terhadap – Ku , dan Aku bersamanya bila dia mengingat-Ku . Maka jika dia mengingat-Ku niscaya Aku akan mengingatnya.”

Perbedaan antara Hadits Qudsi dengan Al-Qur’an :
1. Al-Qur’an itu lafazh dan maknanya dari Allah , sedang hadits qudsi maknanya dari Allah dan lafazhnya dari Nabi.
2. Membaca Al-qur’an termasuk ibadah dan mendapat pahala, sedang membaca hadits qudsi bukan termasuk ibadah dan tidak mendapat pahala.
3. Disyaratkan mutawattir dalam periwayatan al-qur’an , sedang dalam hadits qudsi tidak disyaratkan mutawatir.

Perbedaan antara Hadits Qudsi dengan Hadits Nabawi :
Hadits Nabawi disandarkan kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam dan diceritakan oleh beliau , sedangkan hadits qudsi disandarkan kepada Allah kemudian Rasulullah menceritakan dan meriwayatkannya dari Allah. Oleh karena itu diikat dengan sebutan qudsi. Ada yang berpendapat bahwa dinamakan hadits qudsi, karena penisbatannya kepada Allah Yang Maha Suci, sementara hadits Nabawi disebut demikian karena dinisbatkan kepada Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Hadits Qudsi jumlahnya sedikit . Buku yang terkenal mengenai hal ini adalah Al-Ittihafat As-Sunniyah Bil Ahadits Al-Qudsiyyah , karya Abdur Rauf Al-Munawi (1031 H), berisi 272 hadits.

Sumber : Buku Pengantar Studi Ilmu Hadits ,karya Syaikh Manna’ Al-Qaththan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s