Bumiku Berdarah (Bila Saja Aku)

Bumiku berdarah

langitnya mendung terlihat sendu

Menatap kerusakan akibat tangan-tangan perebut kekuasaan

Wajah mereka garang

amat menakutkan dengan senjata bergelantungan

Atau pandangan sinis seakan kami hanya benalu pengganggu

 

Bila saja aku anak kecil itu

aku pikir ini bermain perang-perangan

tapi, mengapa aku hanya membawa pistol air

ranting kayu, atau batu kerikil

sedangkan mereka berpeluru timah dan membawa tank

 

bila saja aku remaja itu

aku pikir ini hanya film action

mungkin aku tokoh heroiknya

tapi mengapa tak ada jeda iklan

senapan itu terus menerobos tubuhku menjatuhkanku

Mungkin dengan berakhirnya aku

film ini tamat dan usai

 

bila aku wanita itu

aku sadar ini bukan permainanku

Tapi aku bernaluri ibu

aku siap menjadi dinding

untuk lindungi anak-anakku

 

bila saja aku orang tua itu

akan kukatakan pada mereka

cukuplah bermain nak

aku sudah tua dan renta

mau kemana lagi engkau mengejarku

aku sudah tak sanggup berlari

bila kau lemparkan bommu ke arahku

ku katakan inilah akhir ceritaku

 

Dan bila aku pria itu

cukuplah, engkau dan aku

bukan dengan mereka anak-anak tak berdosa

atau remaja yang menanti masa depannya

bukan pula wanita yang melindungi anaknya

atau bahkan orang tua yang tak berdaya

cukup engkau dan aku

akan kukatakan pada dunia

ini memang permainan perang

ini memang film action

dengan hadiah surga  untuk mujahid

dan akulah pemenangnya

 

 

 

 

 

 

 

2 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s