Perjalanan Hati

Perjalanan Hati

 

Aku berjalan gontai tanpa arah

Hati terasa kosong dan hampa

Ikuti langkah entah ke mana

Seakan aku raga tak bernyawa

Bagaikan boneka

Aku dipermainkan dunia

Terbang melambung mengangkasa

Dan terhempas aku tak berdaya

Jatuh

Mengapa saat  jatuh aku tersadar

Ke manakah diri saat aku meninggi

Sungguh aku terbuai hingga lalai

Kutengok lemari tua itu

Tersimpan sajadah dan Al-Qur’an

Yang kini usang berdebu lama tak tersentuh

Memori kembali teringat saatku mencintanya

Air mata menetes

Basahlah sajadah berdebu itu

Lama sudah tak kucium Al-Qur’an ini

Harum baunya masih sama tak berubah

Kugelar sajadah cinta

Di atas sajadah ini aku bersimpuh

Berharap mereka bersaksi

Atas Taubatku Kembali PadaMU

Lidahku yang kelu

Lama sudah tak melafalkan KalamMU

Terbata-bata aku membaca

Berharap Engkau Menerima

Wahai Tuhan

Aku malu mengharap surga,

Karena terlalu indah untuk diri hina

Dan aku takut akan neraka

Karena aku hanya hamba yang lemah

Tapi ijinkan aku  mengharap

Ampunan dan RahmatMu

Dan biarkanku MencintaMu

Dalam sisa hidupku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s