Catatan Tabligh Akbar Prof. Dr. Abdurrazzaq Bin Abdul Muhsin Al-Badr

Bismillahirrahmaanirraahiim …

Ringkasan Catatan Tabligh Akbar Prof. Dr. Abdurrazzaq Bin Abdul Muhsin Al-Badr

Bertema Keesaan Allah Ta’aala Penjelasan Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah

Masjid Istiqlal , Ahad 15 Maret 2015

 

MUQADDIMAH

  1. Tauhid adalah PONDASI dan di atasnyalah agama Allah. Permisalan tauhid sebagaimana akar-akar sebuah pohon. Pohon tidak dapat berdiri manakala tidak ada akar. Maka, seperti itulah amal tidak akan bermanfaat tanpa adanya akar tauhid, dan amalan tidak akan berdiri kecuali di atas tauhid yang kokoh
  1. Allah telah menjadikan fitrah manusia pada tauhid. Syaikh Abdurrazzaq mengemukakan hadits shohih sebagaimana diriwayatkan , “Tidaklah ada seseorang dilahirkan, melainkan dilahirkan di atas fitrah. Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani , dan Majusi”

Kemudian, beliau hafidzahullahu juga mengemukakan hadits Qudsi sebagaimana diriwayatkan , “Aku telah menciptakan hamba-hambaKu di atas agama yang lurus. Namun, syaitan-syaitanlah yang mengeluarkan mereka dari agama yang lurus tersebut.”

  1. Keagungan Tauhid adalah, amal tidak akan diterima di sisi Allah Ta’aala kecuali dengan mentauhidkan Allah dalam amal tersebut. Amal yang tidak bersandar pada tauhid, maka amalan tersebut terhapus
  1. Tauhid merupakan kebaikan yang paling baik dan kemuliaan yang paling utama secara mutlak . Hal ini merujuk pada bahwa amalan / seluruh kebaikan dilihat harus dengan berdasar pada tauhid. Dan sebaliknya, syirik adalah keburukan yang paling buruk dan tidak ada kebaikan daripadanya. Yang menunjukkan hal tersebut adalah Allah tidak menerima amalan yang masih terdapat syirik di dalamnya dan Allah menghapus seluruh amalnya karena perbuatan syirik tersebut.
  2. Tauhid adalah kunci surga . Dan tidak ada seorangpun yang masuk ke dalam surga kecuali dengan kuncinya yaitu Tauhid. Dan tidak akan terbuka pintu-pintu surga kecuali dengan tauhid.

HAKIKAT  TAUHID

  1. Tauhid adalah perkara yang makna asalnya Al-Ifrad (mengesakan Allah). Maknanya ialah, menjadikan Allah satu-satunya dalam sifat-sifat kekhususan Allah dan dalam hak-hak Allah.
  1. Di antara kekhususan Allah ialah :

Dialah satu-satunya Yang Menciptakan, Yang Menghidupkan dan Yang Mematikan.  Seluruh perintah di bumi berada di tangan Allah. Dialah yang membuat makhluk menjadi kaya, fakir, tertawa dan menangis. Barang siapa yang menjadikan kekhususan Allah ini pada makhluk, maka ia telah hilang tauhid rububiyahnya.

Katakanlah “Kami beriman kepada Allah , dan apa yang datang dari Allah, dan sesuai maksud Allah. Kami beriman kepada Rasulullah, dan apa yang datang dari rasulullah , dan sesuai maksud rasulullah “

Barangsiapa yang tidak menetapkan asma’ dan sifat Allah pada Allah, dan menyamakan Allah dengan makhluk, maka hal tersebut membatalkan tauhidnya.

  1. Hak-hak Allah

Hak Allah yang paling agung adalah, manusia beribadah hanya kepada Allah dan tidak menyekutukanNya dengan apapun. Mengesakan Allah adalah hak Allah atas hambaNya dan hamba wajib menunaikannya.

Hak hamba ialah, Allah tidak akan mengadzab hamba yang bertauhid kepada Allah.

  1. Tauhid adalah makna dari Laa Ilaaha Ilallah

Dalam kalimat Laa ilaaha ilallah terdapat dua rukun , yaitu :

  1. Rukun Nafi’ terdapat pada Laa ilaaha , yaitu menafikan segala sesembahan selain Allah
  2. Rukun Itsbat terdapat pada ilallah , yaitu menetapkan bahwa hanya kepada Allah menyembah.

Tidaklah sempurna tauhid, jika hanya pada salah satu rukun.

5. Definisi tauhid

  • Tidak ada sekutu bagi Allah
  • Tidak beribadah kepada selain Allah
  • Ikhlas dalam ketaatan kepada Allah

6. Tauhidullah berdiri di atas 3 pondasi, yaitu :

  • Rububiyah , yaitu mengatakan Allah satu-satunya dalam hal Rububiyah
  • Asma’ wa sifat , yaitu menetapkan hanya untuk Allah nama-namaNya yang mulia
  • Tauhid dalam beribadah, yaitu menjadikan ibadah hanya untuk Allah
  1. Hal-hal yang bertolak belakang dari 3 pondasi tersebut , ialah :
  • Lawan dari tauhid rububiyah ialah syirik. Yaitu, dengan menyandarkan seluruh kekhususan Allah kepada selain Allah. Seperti meyakini adanya sesuatu lain yang mengatur selain Allah. Dengan keyakinan tersebut, maka telah batal tauhidnya
  • Lawan dari tauhid asma’ wa sifat ada 2 perkara,
  1. Mengingkari nama-nama untuk Allah dan tidak mengakuinya
  2. Menyamakan Allah dengan makhlukNya
  • Lawan dari tauhid dalam beribadah, memalingkan ibadah kepada selain Allah. Seperti bernadzar kepada selain Allah, menyembelih untuk selain Allah.
  1. Cara menyempurnakan tauhid , kita harus menjauhi dan meninggalkan 3 perkara :
  • Syirik , caranya dengan ikhlas dan tidak menyekutukan Allah
  • Bid’ah , dengan cara mengikuti sunnah
  • Maksiat, dengan cara mujahadatun nafs ( menjaga diri dari perbuatan maksiat) dan jika bermaksiat segera bertaubat.
  1. Pembatal dan pengurang kesempurnaan tauhid
  • Pembatal Tauhid
  1. Syirik besar

Yaitu, menyamakan selain Allah sama dengan Allah dalam perkara-perkara kekhususan Allah dan hak-hak Allah. Dengan hal tersebut , maka telah batal tauhidnya

  1. Kufur Akbar, ada 4 perkara :

a. Mendustakan

Yaitu mendustakan Allah , atau mendustakan yang datang dari Allah, atau mendustakan Rasul Allah, atau mendustakan yang datang dari Rasul Allah

b. Kesombongan

Yaitu, sombong kepada Allah sebagaimana Iblis telah sombong kepada Allah ketika Allah menyuruhnya untuk sujud kepada Adam

c. Berpaling dan tidak mau belajar agama Allah.

d. Ragu terhadap apa yang datang dari Allah

  1. Nifaq akbar

Yaitu, kemunafikan sebenarnya yang apabila seseorang secara dzahir beriman namun dalam batinnya menyimpan kekufuran

  • Pengurang kesempurnaan tauhid
  1. Syirik kecil,

Yaitu yang disebutkan dalam nash-nash sebagai syirik namun, tidak sampai pada definisi syirik besar. Contoh :

  • Bersumpah dengan nama selain Allah
  • Perkataan “Jika Allah berkehendak, dan engkau berkehendak”
  • Perkataan semisal “Kalau bukan karena pelaut itu, maka kapal ini tenggelam”
  1. Kufur kecil

Yaitu, yang disebutkan dalam nash-nash sebagai kufur namun tidak sampai pada definisi kufur akbar. Yang termasuk kufur kecil :

  • Bangga dengan nasab
  • Menghujat orang lain karena nasabnya
  1. Munafik kecil , yaitu yang berciri-ciri
  • Jika berkata ia berdusta
  • Jika berjanji ia mengingkari
  • Jika diberi amanat ia berkhianat
  1. Tauhid adalah perkara yang paling agung dalam kitabullah . Ayat kursi, surat Al-Fatihah, Al-Baqarah, Al-Ikhlas, menjadi ayat dan surat-surat yang agung karena di dalamnya mengandung tauhid . Tauhid adalah intisari dakwah para Rasul. Hendaknya kita memberikan perhatian utama dalam perkara tauhid. Hendaknya kita , berusaha menyempurnakan tauhid dan mengikhlaskan ketaatan hanya pada Allah Ta’aala. Dan barangsiapa yang tidak mentauhidkan Allah, maka hidupnya akan tercerai berai, hatinya tidak tenang, segala urusannya sia-sia. Dan kesempurnaan hidup diraih haya dengan hidup di atas Tauhid.

Wallahu Ta’aala A’lam Bishshowab

Alhamdulillahi Robbil ‘Alamiin…

Lan’s Note

Hai kaum Kuffar !

Jakarta, 11 Juli 2014

 

Apakah yang kalian sebut terorisme hai kaum kuffar ?

Apakah melindungi jiwa yang terbunuh tanpa haq?

Apakah mengembalikan kejayaan Islam yang terkubur?

Atau apakah memperjuangkan hak kami tuk hidup ?

Itukah yang kalian sebut TERORISME ???

 

Dan apakah serangan haus kekuasaan,

Bombardir rakyat sipil tanpa persenjataan

Menyembelih anak-anak dan memerkosa wanita-wanita kami,

atau apakah segala makar jahat kalian,

Itukah yang kalian sebut PERDAMAIAN ???

JANJI DAMAI ???

 

Hai kaum kuffar dan musyrikin !!!

Serta gembong orang-orang munafik !

Berbuatlah sesuka kalian tuk menipu seluruh dunia

Berpura-puralah mengemis dengan topeng memelas

Bermakarlah, kalian pada tiap-tiap persembunyian

Silakan saja ocehan berbusa media kalian membela

 

Namun, tak sedikitpun kami gentar dan mundur

Tak secerca celaanpun mampu kalahkan tentara Allah

Allah bersama kami, Dia penolong kami

Sedang orang-orang kafir tak memiliki penolong !!!

Renungkanlah

Ketika mereka berlarian

Memekik takut berperisai Nama Tuhan

Saat yang sama

Kita terkatung-katung dalam kelalaian

Malah menjerit karena kekalahan tim jagoan

 

Renungkanlah

Langkah masih terbebas tuk menuju masjid

Namun, seakan terpasung tak mampu berjalan

Sedangkan mereka, yang diserang

Tetap berdiri menghadap Tuhan meski khawatir ledakan

 

Renungkanlah

Saudara kita, menjerit kelaparan

Blokade jalur bantuan kian menyulitkan

Namun, masih tega kita memubazirkan

Tak terpikir bagaimana rasa perut-perut keroncongan

 

Ah, itu hanya sebagian kecil renungan

Cukup mencambuk  bagi diri yang memikirkan

Tuk lakukan perbaikan

Sebelum masing-masing menghadap Tuhan.

 

Jakarta, 11 Juli 2014

Gaza

SAVE_GAZA_by_hood_star

Gaza

Bumi Al-quds kami bersimbah darah

Tercecer di pinggir jalur perbatasan yang disebut Gaza

Bergelimpangan mayat-mayat tak berdosa

Sebagian besar bocah yang belum lama singgah di dunia

 

Kebiadaban yang lebih biadab dari serigala lapar

Tak henti memborbardir siang malam

Bumi Al-quds kami diliputi ketakutan

Tak sehembus nafaspun dibiarkan

 

Dentuman bom, Ledakan yang membahana

Dipertontonkan pada milyaran penghuni bumi

Sayatan luka, genangan darah, ceceran tubuh

Bukti kekejaman nyata tentara syaitan

 

Sabarlah duhai saudara  seiman

Tiadalah ujian Ilahi melebihi kemampuan

Air mata, darah lukamu saudaraku,

Takkan Allah biarkan jatuh berkepanjangan

 

Jakarta 11 Juli 2014

-Wahn-

Jakarta,8 Juli 2014

 

Wahai umat Islam

Bangunlah !!!

Bangkitlah dari buaian dunia

Lepaskanlah wahn dari sarang jiwa

Lihat ! Lihatlah saudara kita

 

Gaza, suriah, rohingya, afrika,

Lebanon, jordania, checnya,

Tak cukupkah jerit mereka bangunkan kita ?

Harus sekeras apa lagi saudara kita menjerit ???

Sedangkan telingamu tuli tersumbat dunia !

 

Tidakkah kau lihat sungai-sungai memerah wajahnya?

Langit muram kelabu, membara gelungan asap-asap ledakan

Memekik setiap sudut dengan jerit memilukan

Ah, masih buta juakah engkau ?

Atau memang sengaja menutup mata abaikan mereka ?

 

Jangan wahai saudaraku

Bangkitlah ! rasakanlah kepedihan mereka

Berjuanglah ! Lindungi saudara kita

Tiada yang membutakan mata dan tulikan telinga

Kecuali wahn yang mengurung jiwa

 

Renungan Kematian

Mata bening penuh keindahan
Kini telah tertutup tiada terbuka
Bibir yang terhias lisan
Kini terkunci dari celotehnya

Setiap tubuh yang dahulu tegar
Tegap berdiri , kuat dan kekar
Kini hanya diam dan terbujur
Berbalut kafan seakan tertidur

Ketika dia adalah raga ini
Sadari tiada lagi arti duniawi
Kematian adalah anak panah
Meluncur dari busur tepat terarah

Setiap jiwa yang hidup
Tiada mampu mengelak atau menunda
Tiada kata nanti aku tak siap
Dan tak mampu kau usir karna ia takkan pergi

Saat maut menjemput
Tak ada waktu tuk bertaubat
Semua kesempatan hilang dan sirna
Waktu berakhir dan semua telah lenyap

Jakarta, 23 juli 2013

 

Kenangan Tepi Bengawan Solo – LCP 2013

Kenangan Tepi Bengawan Solo

 

Bengawan solo

Ditepianmu menyaksikan suatu kenangan

Mengalun air berpadu arus kau dendangkan

Tentang syahdu cinta dan pahit kehidupan

 

Kutatap airmu seakan berbicara

Berceloteh tentang cintaku dan dia

Beningnya lukiskan memori lalu

Yang tiada kembali dan berlalu

 

Arusmu deras hanyutkanku

Paksaku tenggelam jauh ke dalam

Dalam rindu yang meresahkan jiwa

Menghias hati semakin luka

 

Rinduku bergejolak

Bagai riak-riak air sungai bengawan

Saat ia meluap, Saat ia menguap

Saat itulah air mata dan harap

Tak terbendung dan hancur

 

Aku dan engkau duhai bengawan

Sama merindu dalam diam

Tentang kisah indah

Yang mengalir dalam kehidupan

 

Jakarta, Oktober 2013

 

By: Yolanda Elvira Fitriany

Writing Revolution – Lomba Cipta Puisi 2013

Thanks for : Ade Febriansyah (Kak Adoy), Aziz run, Siti Munawaroh

makasih atas dukungan, koreksi, kritik dan sarannya :)