Hai kaum Kuffar !

Jakarta, 11 Juli 2014

 

Apakah yang kalian sebut terorisme hai kaum kuffar ?

Apakah melindungi jiwa yang terbunuh tanpa haq?

Apakah mengembalikan kejayaan Islam yang terkubur?

Atau apakah memperjuangkan hak kami tuk hidup ?

Itukah yang kalian sebut TERORISME ???

 

Dan apakah serangan haus kekuasaan,

Bombardir rakyat sipil tanpa persenjataan

Menyembelih anak-anak dan memerkosa wanita-wanita kami,

atau apakah segala makar jahat kalian,

Itukah yang kalian sebut PERDAMAIAN ???

JANJI DAMAI ???

 

Hai kaum kuffar dan musyrikin !!!

Serta gembong orang-orang munafik !

Berbuatlah sesuka kalian tuk menipu seluruh dunia

Berpura-puralah mengemis dengan topeng memelas

Bermakarlah, kalian pada tiap-tiap persembunyian

Silakan saja ocehan berbusa media kalian membela

 

Namun, tak sedikitpun kami gentar dan mundur

Tak secerca celaanpun mampu kalahkan tentara Allah

Allah bersama kami, Dia penolong kami

Sedang orang-orang kafir tak memiliki penolong !!!

Renungkanlah

Ketika mereka berlarian

Memekik takut berperisai Nama Tuhan

Saat yang sama

Kita terkatung-katung dalam kelalaian

Malah menjerit karena kekalahan tim jagoan

 

Renungkanlah

Langkah masih terbebas tuk menuju masjid

Namun, seakan terpasung tak mampu berjalan

Sedangkan mereka, yang diserang

Tetap berdiri menghadap Tuhan meski khawatir ledakan

 

Renungkanlah

Saudara kita, menjerit kelaparan

Blokade jalur bantuan kian menyulitkan

Namun, masih tega kita memubazirkan

Tak terpikir bagaimana rasa perut-perut keroncongan

 

Ah, itu hanya sebagian kecil renungan

Cukup mencambuk  bagi diri yang memikirkan

Tuk lakukan perbaikan

Sebelum masing-masing menghadap Tuhan.

 

Jakarta, 11 Juli 2014

Gaza

SAVE_GAZA_by_hood_star

Gaza

Bumi Al-quds kami bersimbah darah

Tercecer di pinggir jalur perbatasan yang disebut Gaza

Bergelimpangan mayat-mayat tak berdosa

Sebagian besar bocah yang belum lama singgah di dunia

 

Kebiadaban yang lebih biadab dari serigala lapar

Tak henti memborbardir siang malam

Bumi Al-quds kami diliputi ketakutan

Tak sehembus nafaspun dibiarkan

 

Dentuman bom, Ledakan yang membahana

Dipertontonkan pada milyaran penghuni bumi

Sayatan luka, genangan darah, ceceran tubuh

Bukti kekejaman nyata tentara syaitan

 

Sabarlah duhai saudara  seiman

Tiadalah ujian Ilahi melebihi kemampuan

Air mata, darah lukamu saudaraku,

Takkan Allah biarkan jatuh berkepanjangan

 

Jakarta 11 Juli 2014

-Wahn-

Jakarta,8 Juli 2014

 

Wahai umat Islam

Bangunlah !!!

Bangkitlah dari buaian dunia

Lepaskanlah wahn dari sarang jiwa

Lihat ! Lihatlah saudara kita

 

Gaza, suriah, rohingya, afrika,

Lebanon, jordania, checnya,

Tak cukupkah jerit mereka bangunkan kita ?

Harus sekeras apa lagi saudara kita menjerit ???

Sedangkan telingamu tuli tersumbat dunia !

 

Tidakkah kau lihat sungai-sungai memerah wajahnya?

Langit muram kelabu, membara gelungan asap-asap ledakan

Memekik setiap sudut dengan jerit memilukan

Ah, masih buta juakah engkau ?

Atau memang sengaja menutup mata abaikan mereka ?

 

Jangan wahai saudaraku

Bangkitlah ! rasakanlah kepedihan mereka

Berjuanglah ! Lindungi saudara kita

Tiada yang membutakan mata dan tulikan telinga

Kecuali wahn yang mengurung jiwa

 

Renungan Kematian

Mata bening penuh keindahan
Kini telah tertutup tiada terbuka
Bibir yang terhias lisan
Kini terkunci dari celotehnya

Setiap tubuh yang dahulu tegar
Tegap berdiri , kuat dan kekar
Kini hanya diam dan terbujur
Berbalut kafan seakan tertidur

Ketika dia adalah raga ini
Sadari tiada lagi arti duniawi
Kematian adalah anak panah
Meluncur dari busur tepat terarah

Setiap jiwa yang hidup
Tiada mampu mengelak atau menunda
Tiada kata nanti aku tak siap
Dan tak mampu kau usir karna ia takkan pergi

Saat maut menjemput
Tak ada waktu tuk bertaubat
Semua kesempatan hilang dan sirna
Waktu berakhir dan semua telah lenyap

Jakarta, 23 juli 2013

 

Kenangan Tepi Bengawan Solo – LCP 2013

Kenangan Tepi Bengawan Solo

 

Bengawan solo

Ditepianmu menyaksikan suatu kenangan

Mengalun air berpadu arus kau dendangkan

Tentang syahdu cinta dan pahit kehidupan

 

Kutatap airmu seakan berbicara

Berceloteh tentang cintaku dan dia

Beningnya lukiskan memori lalu

Yang tiada kembali dan berlalu

 

Arusmu deras hanyutkanku

Paksaku tenggelam jauh ke dalam

Dalam rindu yang meresahkan jiwa

Menghias hati semakin luka

 

Rinduku bergejolak

Bagai riak-riak air sungai bengawan

Saat ia meluap, Saat ia menguap

Saat itulah air mata dan harap

Tak terbendung dan hancur

 

Aku dan engkau duhai bengawan

Sama merindu dalam diam

Tentang kisah indah

Yang mengalir dalam kehidupan

 

Jakarta, Oktober 2013

 

By: Yolanda Elvira Fitriany

Writing Revolution – Lomba Cipta Puisi 2013

Thanks for : Ade Febriansyah (Kak Adoy), Aziz run, Siti Munawaroh

makasih atas dukungan, koreksi, kritik dan sarannya :)

 

Hukum Berdandan

Bagi wanita, mempercantik diri adalah hal yang biasa bahkan menjadi kebutuhannya. Islam memandang jika tujuannya untuk menyenangkan hati suami maka itu akan dinilai sebagai ibadah. Mempercantik diri, selama dengan cara yang wajar tanpa merubah ciptaan Allah Ta’alaa dalam diri kita , tidaklah mengapa. Namun, ketika sudah ada yang ditambah – tambahkan atau dikurang -kurangkan maka itu terlarang, sebab seakan dia tidak mensyukuri nikmat yang ada pada dirinya. Itulah yang oleh hadits disebut dengan tujuan mempercantik diri mereka merubah ciptaan Allah Ta’alaa.

Bagaimanakah bersolek yang terlarang ? Dalam hal ini Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam sudah memberikan panduannya untuk kita. Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Allah melaknat wanita penyambung rambut dan yang disambung rambutnya, wanita pembuat tato dan yang bertato.” (H.R Bukhari [5589, 5602])

Dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha,katanya : “Seorang wanita Anshar hendak menikah, dia dalam keadaan sakit dan rambutnya rontok , mereka hendak menyambungkan rambutnya (seperti wig,konde,dan sanggul) , lalu mereka bertanya kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam , Beliau menjawab : “Allah melaknat wanita penyambung rambut dan yang disambung rambutnya.” (H.R Bukhari [5590], Muslim [2123], Ibnu Hibban [5514])

Dari Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Allah melaknat wanita pembuat tato dan yang bertato, wanita yang dicukur alis, dan dikikir giginya, dengan tujuan mempercantik diri mereka merubah ciptaan Allah Ta’alaa” (H.R Bukhari [4604.5587] , Muslim [2125], Ibnu Hibban [5504], Ad Darimi [2647], Abu Ya’la [5141]}

Demikianlah di antara hadits – hadits tentang laknat Allah Ta’alaa dan RasulNya , atas wanita yang menyambung rambut , bertato, mengkikir gigi, dan mencukur alis. Jadi , ‘Ilat (sebab) dilaknatnya perbuatan – perbuatan ini adalah karena demi kecantikan mereka telah merubah ciptaan Allah Ta’alaa yang ada pada diri mereka . Maka perbuatan apapun, bukan hanya yang disebut dalam riwayat – riwayat ini, jika sampai merubah ciptaan Allah Ta’alaa demi tujuan kecantikan adalah terlarang , seperti menggunakan bulu mata palsu (sama halnya dengan menggunakan rambut palsu, alias wig, konde, dan sanggul), operasi plastik, operasi silikon payudara, dan semisalnya.

Namun, jika untuk tujuan kesehatan, pengobatan, dan maslahat kehidupan, seperti cangkok jantung, kaki palsu untuk berjalan, tangan palsu untuk memegang, gigi palsu untuk mengunyah, atau operasi plastik untuk pengobatan akibat wajah terbakar atau kena air keras , itu semua bukan temasuk merubah ciptaan Allah Ta’alaa . Itu semua merupakan upaya mengembalikan fungsi organ tubuh seperti semula, bukan merubah dari yang aslinya. Ini semua sesuai dengan hadits berikut : Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu , Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :”Dilaknat wanita yang menyambung rambut dan yang disambung rambutnya , wanita pembuat tato dan yang bertato , kecuali karena berobat.” (HR. Abu Daud [4170], Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan sanadnya hasan , Fathul Bari, 10/376. Darul Fikr . Syaikh Al Albani mengatakan hasan shahih, lihat shahih At Targhib wat Tarhib, No. 2101)

Penjelasan Ulama Tentang Kosa Kata Penting

Tentang makna makna penting pada hadits hadits di atas telah dijelaskan oleh para ulama di berbagai kitab syarah, di antaranya yang cukup lengkap namun ringkas adalah dari Imam Abu Daud berikut ini.

“Tafsir dari Al Washilah adalah wanita penyambungkan rambut dengan rambut wanita lain, dan Al Mustashilah adalah wanita yang menjadi objeknya (yang disambungkan rambutnya ) . An Namishah adalah wanita pencukur alis mata sampai tipis , dan Al Mutanammishah adalah wanita yang dicukur alisnya. Al Wasyimah adalah wanita yang pembuat gambar di wajahnya dengan celak atau tinta (yakni tinta tato) , dan Al Mustawsyimah adalah wanita yang dibuatkan tato .” (Lihat Sunan Abu Daud , pada keterangan hadits no. 4170 . Juga lihat As-Sunan Al Kubra-nya Imam Al Baihaqi [14611], Syaikh Abdurrahman Al Mubarkufri , Tuhfah Al Ahwadzi , 8/67. Al Maktabah As Salafiyah )

Sedangkan makna Al ‘Mutafalijat , sebagaimana yang dikatakan oleh Al Hafizh sebagi berikut :Al Mutafalijat adalah jamak dari mutafalijah artinya membuat  atau menciptakan belahan (pembagian). Al Falju dengan fa, lam, dan jim adalah membuat jarak antara dua hal , At Tafalluj adalah membagi antara dua hal yang berdempetan dengan menggunkan alat kikir dan semisalnya, secara khusus biasanya pada gigi yang double dan bagian depan di antara taring. ” (Al Hafizh Ibnu Hajar, Fathul Bari , 10/372 Darul Fikr) . Jadi, Al Mutafalijat adalah upaya merenggangkan gigi yang tadinya berdempetan, agar kelihatan bagus.

Penjelasan Ulama Tentang Hukumnya

Hadits hadits di atas tidak hanya menggunakan kata-kata larangan tetapi laknat. Tentunya itu lebih keras dibanding sekedar larangan. Hal itu menunjukkan keharaman melakukan hal -hal di atas, sebab tidak ada laknat kecuali untuk hal -hal yang diharamkan.

1. Menyambung Rambut (Al Washilat wal Mustawshilat)
Menyambung rambut seperti memakai wig dan konde adalah haram secara mutlak . Hal ini dditegaskan oleh Al ‘Allamah Asy Syaukani Rahimahullah berikut ini :

“Menyambung rambut adalah haram , karena laknat tidaklah terjadi untuk perkara yang tidak diaharamkan.” (Imam Asy Syaukani, Nailul Authar, 6/191. Maktabah Ad Da’wah Al Islamiyah).

Bahkan Al Qadhi ‘Iyadh menyebutkan hal itu sebagai maksiat dan dosa besar, lantaran adanya laknat bagi pelakunya . Termasuk juga orang yang ikut serta dalam kebaikan, maka dia juga dapat pahalanya. (Imam An Nawawi , Al Minhaj Syarh Shahih Muslim , 7/236. Mawqi’ Ruh Al Islam . Al Qadhi ‘Iyadh , Ikmalul Mu’allim,6/328. Maktabah Al Misykah).

Bersambung……………

Oleh Ustadz Farid Nu’man

Buya H.M Alfis Chaniago

Buletin Jum’at Dewan Mubaligh Indonesia EDISI 598/Th. 2014

 

Note : Tapi ana ga dapet lanjutan buletinnya… :( Jadi, cukup sampai di sini ya sahabat…. semoga dengan yang sedikit ini bermanfaat . aamiin :)